Sajadah Muslim

Membahas Tentang Seputar Ilmu Agama Islam

Hukum Wanita Pergi Haji Tanpa Izin Suami

Sajadah Muslim ~ Ada sebuah pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para calon jamaah haji, Bolehkah wanita berhaji tanpa izin suami ?


Jawabannya ialah :

Bila haji itu wajib baginya, yakni haji yang pertama kali. Suami tidak berhak untuk tidak memberi izin atau melarang istrinya berhaji. Namun bila haji itu sunnah baginya, maka sang suami berhak untuk   tidak  memberi izin atau melarang istrinya berhaji.

Jadi, dalam masalah wajib, tidak seorangpun yang berhak menghalanginya. Sebagaimana suami tidak berhak melarang istrinya shalat fardhu. Dimana pada dasarnya, manusia tidak boleh taat kepada makhluk yang mengajak berbuat maksiat kepada Allah SWT.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda : "Janganlah sekali-kali laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya dan janganlah wanita bepergian kecuali bersama mahramnya". Lalu ada seorang laki-Iaki berdiri dan berkata : "Wahai Rasulullah sesungguhnya istriku akan pergi haji, dan sesungguhnya aku sudah menetapkan untuk ikut dalam peperangan ini dan ini". Beliau bersabda : "Pergilah dan tunaikanlah haji bersama istrimu". (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menyatakan, bahwa suami tidak berhak melarang atau menghalangi istri pergi haji dalam  rangka memenuhi kewajiban untuk berbakti kepada Allah.

Oleh Ustadz Labib Mz
 

Khutbah Jumat: Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Sajadah Muslim ~ Alhamdulillahil wahidil ahad, aladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam yakullahu kufuwwan ahad, ahmaduhu subhanahu wata’ala wa asykuruhu, allahumma sholli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa ash habihi wa man tabi’ahum ila yaumil qiyamah, amma ba’du.

 
Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbabagia

Puji dan syukur pertama-tama kita persembahkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa meneguhkan kedudukan ummat Islam dimuka bumi karena mereka menegakan shalat mengeluarkan zakat memerintahkan yang baik dan mencegah yang munkar.

Kemudian kita  susul  dengan  shalawat  dan  salam  kepada  Nabi besar kita Muhammad  SAW yang telah memberikan  contoh  yang baik dalam mengerjakan kebajikan dan mencegah kemungkaran. Kemudian dari pada itu mari  kita  tingkatkan taqwa kepada Allah SWT  demi untuk  keselamatan kita di dunia dan di akhirat, dan mudah-mudahan kita  tidak mati sebelum  menjadi Muslim yang taat dan patuh kepada Allah SWT.

Marilah kita meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, sebagai bekal untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi dan kebaikan yang hakiki. 

Ada dua kata yang perlu kita ketahui sebelum khutbah kita berlanjut, yaitu kata ma'ruf  dan  munkar. Secara sederhana dapat diketahui bahwa yang ma'ruf itu artinya yang sudah diketahui kebaikannya, dan munkar artinya yang harus ditolak karena keburukannya. Tetapi secara syariat bahwa yang  dimaksud ma'ruf adalah yang sesuai dengan kitab suci Al-Qur'an dan cocok dengan akal. Sedangkan yang munkar adalah yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan akal.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Ayat yang paling tegas memuat perintah amar ma'ruf nahi munkar adalah ayat 104 dari surat Ali Imran yaitu:

"Dan hendaklah ada diantara kamu sekalian satu jamaah (kelompok) yang menyeru kepada kebajikan, memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran dan mereka itulah orang-orang yang beruntung".

Menurut para ulama huruf lam yang terletak diawal ayat ini adalah lam amr atau lam perintah. Dan apabila perintah, maka hukumnya  wajib.  Jadi  wajib  ada  satu jamaah  ummat  Islam  yang bertugas mengajak kepada kebajikan memerintahkan yang ma'ruf dan melarang kemungkaran mereka itu pasti beruntung  di dunia dan di akhirat.

Sesungguhnya ayat inilah yang menjadi rujukan dakwah Islamiyah. Bila kita pelajari buku-buku dakwah Islamiyah maka definisi dakwah adalah:

"Dakwah ialah mengajak manusia kepada kebajikan memerintahkan kepada yang ma'ruf dan melarang dari kemungkaran agar mereka berbahagia di dunia dan di akhirat”.

Jadi hakekat dakwah Islamiyah adalah amar ma'ruf nahi munkar.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Amar ma'ruf nahi munkar adalah amal yang amat dicintai oleh Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Said dari Qatadah, ketika beliau masih di Makkah pernah didatangi oleh seseorang yang langsung bertanya kepada Nabi Muhammad Saw apakah engkau yang menganggap dirimu sebagai Rasul Allah? Nabi menjawab Ya!  orang  itu  bertanya  lagi : amal apakah yang paling dicintai oleh Allah? Nabi menjawab: beriman kepada Allah. Orang itu bertanya lagi kemudian apa lagi? Nabi menjawab: silaturrahmi. Orang itu bertanya lagi lalu apa? Nabi menjawab : Amal ma'ruf nahi munkar.

Amar ma'ruf nahi munkar wajib kita lakukan bila tidak maka Allah  akan  menyiksa  kita  walau  kita  berdoa tetap  tidak  diterima. Dalam sebuah Hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Huzaifah beliau bersabda:

"Demi Allah yang nyawaku dalam tanganNya kamu harus amar ma 'ruf dan nahi munkar atau (bila tidak) Allah SWT akan memberikan siksaan dari sisiNya kepada kamu kemudian pasti kamu akan berdoa maka Allah SWT tidak menerima doa kamu''.

Hadits ini bernada ancaman, bahwa bila kita tidak amar ma'ruf nahi munkar kita akan di azab oleh Allah SWT dan doa kita tidak akan terkabul. 

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Dalam surat Al hajj ayat 41 Allah SWT memberikan gambaran atau profil ummat Islam bila diberikan kesempatan untuk hidup disuatu belahan bumi dengan firman-Nya :

"Orang-orang yang  apabila kami teguhkan kedudukannya di muka bumi  mereka menegakkan shalat  mengeluarkan zakat serta amar ma'ruf nahi munkar".

Ayat ini lahirnya menggembirakan kita karena kedudukan kita diperkuat. Tetapi tersirat juga didalam ayat ini bahwa bila kita tidak menegakan shalat dan mengeluarkan zakat serta melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar maka kita akan diazab oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Umat Islam adalah umat yang terakhir di bangkitkan oleh Allah SWT, karena itu maka jarak atau periode risalah Rasulullah SAW adalah sampai hari kiamat, ruang lingkup dakwahnya global, universal mencakup seluruh ummat manusia, itulah sebabnya Allah menyebut  umat  Islam sebagai umat  yang terbaik. Dalam surat Ali Imran ayat 110 Allah SWT berfirman :

"Kamu sekalian ummat yang  terbaik yang dikeluarkan di tengah­tengah manusia karena kamu amar ma'ruf nahi munkar dan beriman kepada Allah SWT".

Amar ma'ruf mencakup iman, ibadah, ilmu dan akhlak. Bahkan semua  yang baik sejalan dengan Al-Qur'an sesuai dengan akal. Begitu pula mungkar adalah mencakup kufur, syirik, khamar, narkoba, judi, zina dan semua yang bertentangan dengan Al Qur'an dan akal manusia.

Kata sebagian orang bahwa kita  umat Islam telah cukup banyak melakukan amar ma'ruf.

Contoh:

Rumah sakit  Islam, masjid, madrasah, pondok  pesantren, rukun-rukun Islam  telah mendapatkan porsi perhatian kita, akan tetapi  nahi  munkar belum  banyak  kita  perhatikan.  Ternyata  disekitar  kita masih banyak sekali kemungkaran mulai dari perjudian, miras, prostitusi, korupsi, penipuan  masih merajalela. Oleh karena itu pada bagian akhir dari khutbah ini akan kami titik beratkan pada   nahi  munkar, bagaimana ancaman Allah dan Rasulnya bila kemungkaran terus berlanjut.

Dalam AI-Qur'an surat Al Maidah ayat 78 Allah menegaskan bahwa orang-orang kafir dari bani Israil  dilaknat dan dikutuk oleh Allah sesuai lisan Daud dan Isa bin Maryam yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui  batas.

Pada ayat 79 Allah SWT berfirman:

"Adalah mereka itu tidak saling melarang kemungkaran yang mereka lakukan sungguh buruk apa yang telah mereka lakukan".

Dari kedua ayat tersebut kita dapat mengetahui bahwa orang­orang kafir Bani Israil itu dilaknat   oleh Allah SWT karena mereka tidak melakukan nahi munkar, olehnya ayat tersebut dicantumkan   oleh Allah SWT dalam Al Qur'an sebagai pelajaran bagi kita umat Islam, bahwa  kita  tidak  tegas  melarang kemungkaran, adanya itu kita pun akan dilaknat, dikutuk dan disiksa oleh Allah SWT.  Dalam  sebuah Hadits  yang  diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW pernah ditanya: 

"Apakah suatu negeri bisa dihancurkan oleh Allah padahal banyak yang shaleh? Nabi menjawab:  Ya, lalu beliau ditanya: Apakah sebabnya ya Rasulullah? Beliau menjawab: karena mereka diam saja dan membiarkan kedurhakaan kepada Allah SWT".

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbabagia

Dalam konteks inilah gempa dan Tsunami yang terjadi di Aceh dan Sumatra Utara pada tanggal 26 Desember 2004 dikaitkan musibah tersebut terjadi bukan karena mereka kufur dan musyrik, tetapi karena akhlak yang rusak seperti pertumpahan darah, dendam, korupsi dsb.

Tetapi juga mengandung hikmah, bahkan Bangsa Indonesia tambah bersatu, utuh dan Aceh bertaubat Nasuha, memperbaiki diri dan bangkit kembali dengan ridha Allah swt. Amin..

PENUTUP

Oleh Drs. KH. Marwan Aidid
 

Wanita Enggan Mengeluarkan Zakat Perhiasan

Sajadah Muslim ~ Apakah wanita yang punya perhiasan itu wajib mengeluarkan zakat ?


Jawabannya ialah :

Pada awal permulaan Islam, perhiasan dari emas dan perak diharamkan bagi para wanita, dari itu harus dikeluarkan zakat. Namun kemudian perhiasan emas dan perak diperbolehkan. Dari itu, zakat harus dikeluarkan pada perhiasan yang berlebih dan yang disimpan.

Dalam hal ini ada sebuah hadits yang bersumber dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwasanya ada dua orang wanita datang kepada Nabi saw dan ditangannya ada gelang dari emas, lalu beliau bertanya kepada kedua wanita itu. "Apakah kamu berdua sudah mengeluarkan zakat perhiasan ini?" Wanita itu menjawab: “Tidak". Beliau bersabda : "Apakah kamu suka jika Allah menciptakan gelang bagimu dari api neraka pada hari kiamat". (HR. Abu Daud, Tirmidzi  dan Nasa'i)         
                                          
Walhasil, dengan beralasan hadits diatas, maka bagi wanita yang tidak mengeluarkan zakat perhiasannya akan mendapat dosa. Dari itu, wanita muslimah hendaknya memperhatikan zakat perhiasannya. Hal tersebut lebih baik demi mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai jalan menuju ketaqwaan di sisi-Nya.

Oleh Ustadz Labib Mz
 

Bolehkah Wanita Shalat Jenazah ?

Sajadah Muslim ~ Ada sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh kaum wanita, khususnya jika wanita menshalati jenazah, bolehkah hal tersebut?


Jawabannya ialah :

Semenjak Nabi saw hidup tidak pernah ada wanita menshalati jenazah. Begitupun tidak dijumpai larangannya. Namun, wanita menshalati jenazah itu baru dijumpai di zaman sahabat Nabi. Sehingga dengan demikian wanita menshalati jenazah itu hukumnya boleh.

Adapun wanita menshalati jenazah di zaman sahabat itu mulanya menshalati jenazah Nabi, ketika beliau wafat. Sebagaimana tersebut dalam Sunan Ibnu Majah, ada riwayat yang bersumber dari Ibnu Abbas ra, bahwa ia berkata :

"Masuklah orang-orang sendiri-sendiri menshalati jenazah Rasulullah, sehingga setelah mereka selesai, mereka menyuruh wanita-wanita (menshalati), sehingga setelah wanita-wanita itu selesai, mereka menyuruh anak-anak (shalat), sedangkan tidak ada seorangpun menjadi Imam ketika menshalati jenazah Rasulullah". (HR. Ibnu Majah)

Oleh Ustadz Labib Mz
 

Tempat Shaf Wanita Sewaktu Shalat

Sajadah Muslim ~ Benarkah shaf wanita dalam shalat berjamaah itu berada di belakang ?


Jawabannya ialah :

Memang dalam aturan agama Islam, shaf wanita dalam shalat berjamaah itu berada di bagian belakang, sedang lelaki berada di bagian depan.

Dalam sebuah hadits yang bersumber dari Anas ra berkata :

“Aku seorang  yatim di rumah, kami shalat di belakang Nabi saw dan dibelakang kami ada ibuku,  Ummu Sulaim". (HR. Bukhari) 

Juga Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits yang menyatakan :

"Sebaik-baik shaf laki-Iaki itu di depan, dan sejelek-jeleknya dibelakang. Dan sebaik-baik shaf wanita  itu di belakang  dan sejelek-jeleknya di depan".

Maksud hadits diatas adalah, lelaki dilarang menganibil shaf di belakang dan wanita dilarang  mengambil shaf di depan.

Berdasarkan dua hadits diatas, jelaslah bahwa tempat shaf wanita dalam shalat berjamaah itu ada di barisan paling belakang, yakni dibelakang Imam berdiri barisan laki-laki, dan belakang lagi berdiri barisan anak-anak kemudian di barisan paling belakang berdiri barisan wanita. Cara ini tidak boleh dibantah, karena memang begitulah aturan dalam Islam.

Oleh Ustadz Labib Mz
 

Khutbah Jumat: Memakmurkan Masjid

Sajadah Muslim ~ Alhamdulillah hilladzi akramnaa bil iimaan, wa a’azzanaa bil islam, wa rafa’na bil ihsan, ahmaduhu subhanahu wata’ala wa asykuruh, allahumma shollia wasallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa mantabi’ahum bi ihsani ila yaumiddin, amma ba’du.


Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia
 
Puji dan syukur pertama-tama kita persembahkan kepada Allah SWT yang telah menjadikan Masjid sebagai tempat untuk mengagungkan asma-Nya, demikian pula shalawat dan salam semoga tercurah selalu atas junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya yang  telah gigih memperjuangkan Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin.

Selanjutnya marilah kita berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kualitas Iman dan Taqwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benar taqwa.

Masjid adalah tempat suci ummat Islam untuk beribadahah kepada Allah SWT. Nama masjid langsung diberikan oleh Allah SWT sebagaimana dalam firman-Nya yang terdapat dalam surat aI-Jin ayat 18 : 

"Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah sesuatu (seseorang) di dalam masjid selain Allah”.

Secara tersirat di dalam ayat ini sudah jelas bahwa masjid adalah tempat ibadah untuk menyembah Allah SWT.

Kata masjid terambil dari kata  "Sajada" yang berarti bersujud, sehingga masjid diartikan dengan tempat bersujud. Pada saat kita melaksanakan shalat ada empat gerakan yaitu : berdiri, ruku', sujud dan duduk, dan sujud merupakan gerakan dimana kita amat dekat dengan Allah, seperti firman-Nya dalam surat al-Alaq ayat 19 :

"Dan bersujudlah engkau dan dekatkanlah dirimu kepada Tuhan”.

Makna ayat tersebut sejalan dengan Hadits Nabi Muhammad SAW:

"Jarak yang  terdekat  antara  seorang  hamba  dan  Tuhannya Yang Maha Tinggi dan Maha Agung  adalah pada saat ia sujud". (HR. Muslim)

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbabagia

Sekarang ada baiknya dijelaskan apa arti memakmurkan masjid, memakmurkan masjid dapat berarti membangun masjid dan dapat pula berarti meramaikan masjid denga ibadah, dzikir, menuntut ilmu dan semacamnya. Dalam  surat at-Taubah ayat 18 Allah SWT berfirman :

"Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid itu adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, beriman kepada hari akhir, menegakkan shalat, menunaikan zakat serta tidak takut melainkan kepada Allah semata."

Pada ayat tersebut terdapat 2 macam rukun Iman dan 2 macam rukun Islam serta sifat orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Dalam sebuah Hadits Nabi Muhammad SAW, dijelaskan tentang pahala yang akan diterima oleh orang-orang yang membangun masjid, yaitu :

"Barang siapa yang membangun masjid karena mencari ridha Allah, pasti Allah akan membangunkan mahligai baginya di dalam syurga”.

Hadits tersebut amat menggembirakan dan mendorong umat Islam untuk senantiasa membangun masjid, bentuknya dapat beragam: ada orang yang mewakafkan tanahnya demi pembangunan masjid, ada yang mengeluarkan sebagian hartanya untuk membangun masjid, adapula yang menyumbangkan tenaganya untuk pembangunan masjid, dll, pendek kata bahwa sekecil apapun yang kita persembahkan untuk kepentingan pembangunan dan kemakmuran masjid akan mendapatkan pahala atau kebaikan atasnya sebagaimana janji Allah dalam Hadits Nabi tersebut.

Juga dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah beliau bersabda: 

"Barang siapa yang membuang duri atau kotoran dari dalam Masjid, Allah akan membangunkan baginya mahligai dalam syurga”.

Hal ini memberikan makna dan isyarat bahwa seorang tukang sapu Masjid akan mudah masuk  syurga alasannya mudah saja karena Masjid kepunyaan Allah.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Membangun Masjid juga akan segera dirasakan ganjarannya atau manfaatnya bagi seseorang yang meninggal dunia atau dalam Hadits lain setelah orang itu berada dalam kubur. Dalam sebuah Hadits riwayat ibnu Majah Rasulullah bersabda: 

"Sesungguhnya yang pertama amal seorang yang menemuinya setelah ia meninggal dunia yaitu ilmu yang ia ajarkan dan ia siarkan, atau anak shaleh yang ditinggalkannya, atau Qur’an yang ia wariskan atau Masjid yang ia bangun atau rumah untuk musafir atau sungai yang ia alirkan, atau shadaqah yang ia keluarkan dari hartanya pada saat sehat dan hidupnya, semuanya itu akan menemuinya setelah ia meniggal dunia''.

Bila kita memperhatikan Hadits-Hadits Rasulullah SAW maka dosa dan kesalahan-kesalahan yang cepat kita rasakan siksa dan balasannya adalah kencing lalu tidak istinja (thaharah), bergunjing (gibah) mengadu domba (provakator) dan berkhianat.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbabagia

Bahwa Rasulullah SAW amat mementingkan umat Islam untuk shalat jamaah, dan shalat yang paling afdhal adalah di Masjid, perintah berjamaah itu disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Nasa'i. 

"Tidak boleh 3 orang Muslim yang tinggal disuatu desa atau dusun, lalu tidak ditegakkan shalat melainkan mereka adalah diperintah dan dikuasai oleh syetan, oleh karna itu wajib atas bershalat berjamaah, karena sesungguhnya yang  dimakan oleh serigala  adalah kambing yang menyendiri".

Dalam Hadits ini juga sudah ada perintah tersirat dari Rasulullah SAW bahwa bila disuatu tempat sudah ada 3 orang Muslim wajib untuk mempunyai imam, punya jamaah dan punya masjid tempat beribadah. Dan bila komunitas Muslim sudah terbentuk betapapun kecilnya, akan segera bertambah dengan pertolongan Allah.

Mengenai keutamaan kemakmuran dari  sudut ibadah, antara lain disebutkan dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW riwayat Bukhari Muslim beliau bersabda.

"Apabila seorang Muslim berwudhu dengan baik lalu ke Masjid dengan niat untuk shalat, maka setiap langkah derajatnya diangkat oleh Allah dan setiap langkah kesalahannya dihapus. Dan bila sudah shalat Malaikat selalu bershalawat atasnya selama ia masih dalam Masjid".

PENUTUP

Oleh Drs. KH. Marwan Aidid
 

Kultum: Segeralah Bertobat

Sajadah Muslim ~ Alhamdulillah hilladzi akramnaa bil iimaan, wa a’azzanaa bil islam, wa rafa’na bil ihsan, ahmaduhu subhanahu wata’ala wa asykuruh, allahumma shollia wasallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa mantabi’ahum bi ihsani ila yaumiddin, amma ba’du.

 
Kepada yang terhormat para alim ulama, para pejabat pemerintah baik sipil maupun militer, para ustadz dan ustadzah, para bapak, ibu, hadirin dan hadirat yang saya muliakan.

Mengawali pertemuan kita melalui mimbar kultum kali ini, pertama­tama, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah, Tuhan sarwa sekalian alam. Shalawat dan salam, semoga senantiasa dilimpahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad saw sebab beliau kita dapat  mengetahui yang hak dan yang batil, yang halal dan yang  hararn, antara jalan menuju ke surga dan jalan menuju   ke neraka.

Bapak, ibu, saudara sekalian yang saya hormati !

Sebagai manusia, tidak mungkin kita sunyi dari kesalahan dan kekhilafan. Ketika kita terlanjur dan terpeleset melakukan kesalahan dan dosa baik dosa kecil, utamanya dosa besar, maka bersegeralah bertobat memohon ampun kepada Allah swt. Karena Allah sangat menyukai kepada hamba-Nya yang segera bertobat memobon ampun kepada-Nya, dan Dia adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.

Penyesalan yang timbul dalam jiwa seseorang, sehabis melakukan kesalahan merupakan sebuah sikap jiwa yang baik. Penyesalan yang timbul dengan penuh kesadaran disertai dengan kebulatan tekad untuk tidak mengulangi kesalahan dan dosa itu lagi, merupakan sikap orang yang bertobat.

Bagi seorang muslim harus yakin bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Betapapun besamya dosa yang kita lakukan, jika kita benar-benar bertobat  kepada-Nya, niscaya Dia akan mengampuninya. Karena Tuhan sangat menyukai hamba-Nya yang bertobat dan membersihkan diri dari kesalahan dan dosa yang pernah dilakukannya.

Allah swt berfirman: "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa  mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan  perbuatan kejinya itu, sedang  mereka  mengetahui." (QS. Ali Imran: 135).

Banyak ayat-ayatAl-Qur'an dan hadis-hadis Nabi yang menyerukan agar segera bertobat dan keutamaan orang-orang  yang bersungguh­sungguh dalam bertobat. Di antaranya lagi ialah firman Allah swt:

"Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (QS. An-Nur: 31).

Bapak, ibu, saudara sekalian yang saya hormati !

Sedangkan di antara hadis-hadis Nabi yang menjelaskan tentang keutamaan bertobat di antaranya, Thabrani meriwayatkan dengan sanad sahih tetapi rawinya ada yang terputus: "Orang bertobat dari  dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa. " Ibnu Hibban meriwayatkan di dalam kitab sahihnya, demikian pula Hakim: "Penyesalan atas suatu dosa adalah berarti bertobat. "Yakni, penyesalan itu; merupakan rukun utama tobat, sebagaimana pernyataan bahwa haji itu adalah Arafah. Penyesalan  menjadi sebuah keharusan dari suatu kemaksiatan dan kekejian serta dari ketakutan akan hukuman azabnya.

Hakim meriwayatkan hadis yang ia nilai sebagai hadis sahih tetapi rawinya ada yang terputus: "Allah mengetahui seorang hamba yang benar-benar menyesali atas dosanya, dan Ia akan  mengampuninya sebelum hamba tersebut memohon ampun kepada-Nya atas kesalahan itu."

Muslim dan yang lainnya meriwayatkan: "Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggaman   kekuasaan-Nya, seandainya kamu tidak berdosa dan tidak memohon ampun, tentu Allah akan melenyapkan kamu semua. Kemudian Ia mendatangkan kaum lain selain kamu, mereka melakukan  dosa tetapi mereka memohon ampun, lalu Allah mengampuni mereka."

Bapak, ibu, saudara sekalian yang saya hormati !

Demikianlah, kultum yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan kali ini, semoga kita benar-benar menjadi muslim yang segera bertobat dan melakukannya dengan sungguh-sungguh, agar kita menjadi orang yang beruntung. Akhirnya, terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas kesalahan dan kurang lebihnya. Ihdinas  shirathal  mustaqim, tsummas salamu 'alaikum   warahmatullahi wabarakatuh.

Oleh Ustadz Abdullah Farouk & Ustadz Ibnu Hasan
 

Kultum: Pentingnya Arti Persahabatan

Sajadah Muslim ~ Alhamdulillahil wahidil ahad, aladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam yakullahu kufuwwan ahad, ahmaduhu subhanahu wata’ala wa asykuruhu, allahumma sholli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa ash habihi wa man tabi’ahum ila yaumil qiyamah, amma ba’du.
 
Kepada yang terhormat para alim ulama, para ustadz dan ustadzah, para bapak, ibu, hadirin dan  hadirat yang dimuliakan Allah swt.


Mengawali pertemuan kita kali ini, pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah,  Tuhan sarwa sekalian alam. Shalawat dan salam, semoga senantiasa dilimpahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad saw sebab tersebab beliau, kita yang telah ada di bibir jurang neraka dapat  terselamatkan dari padanya.

Hadirin dan hadirat sekalian yang saya hormati !
 
Persahabatan memiliki arti yang penting dalam kehidupan kita. Pada saat tertentu, kiranya kita perlu mengungkapkan isi hati, berbagi rasa baik suka maupun duka, ini tentu tidak bisa kita lakukan, kecuali kepada sahabat sejati yang dapat dipercaya (amanah), yang bisa menghibur dikala duka dan mengingatkan serta menasehati dikala salah.

Dalam menjalin persahabatan hendaklah kita lakukan karena Allah swt sehingga apa yang kita lakukan dalam hubungan persahabatan itu tidak hanya untuk mencari kepentingan pribadi, apalagi sampai menjerumuskan dalam kesengsaraan dan kehancuran. Jalinan persahabatan yang saling mencintai dan menyayangi kerena Allah, demi mencari keridhaan Allah swt. Bagi mereka yang mampu menjalin persahabatan yang demikian, mendapat jaminan perlindungan dari Allah. Pada hari kiamat akan mendapatkan perlindungan di bawah Arasy, ketika tidak ada naungan perlindungan  selain daripada-Nya. Di dalam hadis Nabi saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhadi dan Muslim dari Abu Hurairah ra disebutkan bahwa ada tujuh kelompok manusia yang akan mendapatkan  perlindungan berada dalam naungan Allah, pada hari kiamat, ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya. Di antaranya adalah: "Dua orang yang saling mencintai karena Aliah swt. "Menurut riwayat lain: "Orang yang mencintai sesama hamba Allah, dan ia tidak mencintainya melainkan karena Allah. "

Selain itu, Rasulullah saw juga bersabda:

"Orang-orang yang saling mencintai karena Allah, (di akhirat kelak) berada (duduk) di atas kursi yang terbuat dari permata yakut di sekitar Arasy." (HR. Thabrani)

Hadirin dan hadirat sekalian yang saya hormati !

Demikianlah kultum yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan kali ini, marilah kita berdoa semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia serta petunjuk-Nya kepada kita, sehingga kita mampu menjalin persahabatan dengan saling mencintai karena Allah swt mengisi hidup ini dengan nilai-nilai positif yang bermanfaat, amin. Akhirnya, terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas kesalahan dan kurang lebihnya. Hadanallah waiyyakum ajma'in, was salamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Oleh Ustadz Abdullah Farouk & Ustadz MS. Ibnu Hasan
 

Hukum Khitan Bagi Anak Perempuan

Sajadah Muslim ~ Khitan atau yang biasa disebut dengan sunat rasul merupakan ritual yang harus dilalui seseorang sebagai seorang muslim. Bila seseorang itu dilahirkan dalam keluarga Islam, maka upacara khitanan dilakukan pada usia kanak-kanak.


Khitan bila seseorang itu dilahirkan bukan dari keluarga Islam, maka upacara khitanan dilakukan pada usia ia masuk ke dalam agama Islam. Maka sering terjadi seseorang yang sudah dewasa dikhitan, sesudah ia mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai pengakuan masuk agama Islam.

Lalu bagaimana hukumnya khitan bagi anak perempuan ?

Bila khitan terhadap perempuan itu dalam segala kondisi dianggap baik, maka hal itu layak dilakukan, Namun jika tidak ada yang melakukan, tidaklah berdosa. Dalam hal ini Nabi saw pernah bersabda kepada seorang wanita menginginkan khitan: "Tipis saja, jangan dihabisi", beliau pun bersabda: "Sebab sedikit khitan akan mencerahkan wajah dan lebih menyenangkan pada suami".

Berbeda dengan khitan bagi anak Iaki-laki, ia merupakan syari'at Islam yang harus dilakukan. Bahkan bila ada suatu wilayah Islam yang meninggalkan syariat ini wajib diperangi, Hal yang demikian itu merupakan salah satu ciri orang Islam.

Oleh :
  • http://rumahkhitan.net/artikel/apa-itu-khitan/
  • Ustadz Labib Mz

Bolehkan Wanita Bersiwak ?

Sajadah Muslim ~ Pertanyaan ini adalah Apakah wanita juga dianjurkan untuk bersiwak ?

Siwak adalah nama untuk sebuah kayu yang digunakan untuk menggosok gigi. Atau jika ditinjau dari perbuatannya, siwak adalah menggosok atau membersihkan gigi dengan kayu atau sejenisnya untuk menghilangkan kuning dan kotoran gigi, dan juga untuk membersihkan mulut.


Jawabannya ialah :

Pada hakekatnya wanita itu mempunyai satu kelebihan dalam masalah kebersihan, sesuai dengan fitrah dan kondisinya. Kebersihan yang  paling  utama setelah bersuci dan mandi adalah siwak.

Pada zaman Nabi saw dahan pohon arak atau zaitun digunakan sebagai siwak yang sekarang kedudukannya sudah diganti dengan sikat gigi.

Ada sebuah hadits yang bersumber dari ‘Aisyah ra bahwa ia berkata : "Rasulullah saw pernah memberikan siwak kepadaku agar aku bersiwak, lalu siwak itu terlebih dahulu kugunakan setelah itu kucukupi dan kuberikan kepada beliau". (HR. Abu Daud)

Begitulah yang dilakukan oleh Nabi terhadap dirinya dan istri tentang bersiwak. Padahal 'mulut  beliau itu paling suci’ dan bersih sejak pertama kali diciptakan hingga meninggalnya.

Oleh Ustadz Labib Mz
 
Back To Top